Inovasi Sistem Informasi & Teknologi Informasi
Pengertian
Inovasi adalah ide baru yang belum ada dan baru saja ditemukan. Sebuah inovasi diteliti dan ditemukan oleh seorang innovator. Inovasi biasanya berupa terobosan-terobosan terbaru yang belum pernah ada.
Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan manusia untuk keperluan yang berkaitan dengan informasi.
Teknologi informasi menyatukan antara teknologi dengan komunikasi. Sistem informasi adalah gabungan antara sistem informasi dengan kegiatan penggunanya.
Teknologi informasi menyatukan antara teknologi dengan komunikasi. Sistem informasi adalah gabungan antara sistem informasi dengan kegiatan penggunanya.
Sistem informasi merupakan semua sistem yang ada dalam suatu perusahaan baik itu manajemen, akuntansi dan lain sebagainya. Sedangkan teknologi informasi merupakan penunjang dari sistem yang digunakan seperti hardware, software hingga database.
Inovasi SI adalah kegiatan meneliti, mengembangkan dan merekayasa yang di lakukan dengan
tujuan melakukan pengembangan penerapan parktis nilai dan konteks ilmu
pengetahuan yang baru,ataupun cara baru untung menerapkan ilmu pengetahuan dan
tekhonogi yang sudah ada dalama bidang sistem informasi.
Inovasi SI dan Teknologi informasi adalah pengunaan teknologi yang ada untuk menciptakan suatu inovasi.
Tujuan Inovasi :
1. Meningkatkan kualitas
2. Mengurangi
biaya
3. Menciptakan
pesan baru
4. Memperluas
jangkauan produk
5. Mengganti
produk/ layanan
6. Mengurangi
konsumsi energy
Ciri-Ciri Inovasi:
1. Memiliki ciri khas
2. Merupakan ide baru
3. Dilakukan secara terencana
4. Memiliki tujuan
1. Memiliki ciri khas
2. Merupakan ide baru
3. Dilakukan secara terencana
4. Memiliki tujuan
Manfaat Inovasi:
Inovasi sistem informasi dan teknologi informasi berguna untuk menunjang kegiatan pribadi, perusahaan maupun pemerintahan. Manfaat nya dapat berupa kemudahan mendapatkan informasi dengan tepat, mendapatkan data dengan mudah, membantu dalam mengambil keputusan.
Teknologi ini berfungsi untuk menggunakan seperangkat komputer untuk melakukan berbagai macam pekerjaan seperti mengolah data, sistem jaringan agar menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan menggunakan teknologi telekomunikasi untuk sebuah data agar dapat diakses secara global.
Virtual Reality
Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Di dalam bahasa Indonesia virtual reality dikenal dengan istilah realitas maya.
Kelebihan utama dari virtual reality adalah pengalaman yang membuat user merasakan sensasi dunia nyata dalam dunia maya. Bahkan perkembangan teknologi virtual reality saat ini memungkinkan tidak hanya indra penglihatan dan pendengaran saja yang bisa merasakan sensasi nyata dari dunia maya dari virtual reality, namun juga indra yang lainnya.
Perangkat dan Elemen Virtual Reality
Untuk memunculkan sensasi nyata dari virtual reality diperlukan perangkat pendukung. Perangkat yang digunakan untuk mendukung teknologi virtual reality biasanya berupa helm, walker, headset, suit dan sarung tangan (glove). Perangkat-perangkat tersebut bertujuan untuk melibatkan sebanyak mungkin indra yang dimiliki manusia. Tentunya dengan banyak indra yang terlibat dalam vertual reality akan berbanding lurus dengan tingkat sensasi nyata dari dunia virtual yang dimunculkan.
Paling tidak dibutuhkan sebuah headset (yang dipasangkan smartphone yang mendukung VR) untuk bisa merasakan sensasi virtual reality.Ada 4 elemen penting dalam virtual reality. Adapun 4 elemen itu adalah sebagai berikut:
- Virtual world, sebuah konten yang menciptakan dunia virtual dalam bentuk screenplay maupun script
- Immersion, sebuah sensasi yang membawa pengguna teknologi virtual reality merasakan ada di sebuah lingkungan nyata yang padahal fiktif. Immersion dibagi dalam 3 jenis, yakni:
- Mental immersion, membuat mental penggunanya merasa seperti berada di dalam lingkungan nyata
- Physical immersion, membuat fisik penggunanya merasakan suasana di sekitar lingkungan yang diciptakan oleh virtual reality tersebut
- Mentally immersed, memberikan sensasi kepada penggunanya untuk larut dalam lingkungan yang dihasilkan virtual reality
- Sensory feedback berfungsi untuk menyampaikan informasi dari virtual world ke indera penggunanya. Elemen ini mencakup visual (penglihatan), audio (pendengaran) dan sentuhan
- Interactivity yang bertugas untuk merespon aksi dari pengguna, sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung dalam medan fiktif atau virtual world
Sebuah teknologi dapat dikatakan sebagai virtual reality jika sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:
- Tampilan gambar / grafis / visualisasi 3D tampak nyata dan sesuai dengan perspektif dari penggunanya
- Mampu mendeteksi semua gerakan dan respon dari pengguna, seperti gerakan kepala atau bola mata pengguna. Ini dibutuhkan agar tampilan grafis dapat sesuai dengan perubahan dunia 3D dari pengguna itu sendiri
Sejarah Perkembangan Virtual Reality
Virtual reality bermula dari sebuah prototype dari visi yang dibangun oleh Morton Heilig pada tahun 1962 yang bernama Senosorama. Sensorama dibuat untuk menghadirkan pengalaman menonton sebuah film agar tampak nyata dengan melibatkan berbagai indra dalam hal ini berupa indra penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sentuhan. Setelah itu, virtual reality berkembang dari hari ke hari dan tentunya semakin canggih.
Adapun perkembangan sejarah virtual reality bisa digambarkan secara sederhana melalui grafik berikut:
Cara Kerja Virtual Reality
Cara kerja sistem virtual reality pada prinsipnya adalah seperti berikut. Pemakai melihat suatu dunia semu, yang sebenarnya berupa gambar-gambar yang bersifat dinamis. Melalui perangkat headphone atau speaker, pemakai dapat mendengar suara yang realistis. Melalui headset, glove dan walker, semua gerakan pemakai dipantau oleh sistem dan sistem memberikan reaksi yang sesuai sehingga pemakai seolah merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, baik secara fisik maupun secara psikologis.
Augmented Reality
Augmented Reality (AR) adalah integrasi informasi digital dengan lingkungan pengguna secara real time atau teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensike dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Berbeda dengan virtual reality (realitas maya) yang sepenuhnya menggantikan lingkungan nyata, realitas tertambah hanya menambahkan benda maya pada lingkungan nyata. Teknologi augmented reality menggunakan lingkungan yang ada di dunia nyata kemudian menambahkan informasi baru di atasnya.
Untuk perangkat augmented reality yang menyita perhatian adalah perangkat besutan Microsoft yang diberi nama Microsoft HoloLens. Perangkat ini berfokus pada penggabungan hologram tiga dimensi yang bersifat augmented reality dengan dunia nyata. Selain itu, Google Glass yang berbentuk kacamata yang dibuat oleh Google merupakan kacamata yang menggunakan teknologiaugmented reality yang memiliki banyak fungsi.
Teknologi augmented reality ini biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur. Contoh yang sering digunakan oleh pengguna adalah Google Translate. Dengan ini, memungkinkan pengguna menerjemahkan kata berbahasa asing yang dilihat menggunakan kamerasmartphone seperti papan pengumuman atau rambu-rambu.
Dengan demikian, perbedaan virtual reality dan augmented reality adalah virtual reality menggantikan kenyataan dengan dunia semu secara keseluruhan, sedangkan augmented reality menambahkan atau melengkapi kenyataan dengan benda-benda semu.
Sumber dan Referensi:
http://www.indocomtech.net/teknologi-digital-hiburan-era-millenial/
http://www.sahretech.com/2016/08/mengenal-teknologi-ar-dan-vrcontohdan.html
https://dailysocial.id/post/survei-forward-perlihatkan-sejumlah-tren-baru-di-industri-virtual-reality/
http://initu.id/sejarah-teknologi-virtual-reality-vr-dan-augmented-reality-ar/




