Senin, 24 Juni 2019

Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi



Manajemen Layanan Sistem Informasi
Framework ITSM: ITIL dan COBIT

Disusun Oleh :

Ega Yulia                 (10117226)
Dwy Stiaji                (11117836)
Fiqri Nurbayhaqi     (12117368)
M. Sultan Akbar      (13117402)
Sutamy Tri W.         (15117810)
Sonya Natasha         (15117753)
Zahrah Nindisya       (16117386)

Kelas : 2KA05


2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan rahmat-Nyalah peneliti akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Framework ITSM: ITIL dan COBIT” ini dengan baik dan tepat waktu. Tidak lupa peneliti menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi, Ibu Agustine Hana Masitoh, yang telah memberikan bimbingan serta masukan yang bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih juga hendak peneliti ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.

Meskipun peneliti sudah mengumpulkan banyak referensi untuk menunjang penyusunan makalah ini, namun peneliti menyadari bahwa di dalam makalah yang telah peneliti susun ini masih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan. Peneliti mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca demi tersusunnya makalah yang lebih baik lagi. Akhir kata, peneliti berharap agar makalah ini bisa membantu mahasiswa dalam mengenali framework-framework ITSM.



DAFTAR ISI

Cover
Daftar Isi i
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………...1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………..2
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………….3
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………….7
3.1 Kesimpulan…………..………………………………………………………………………..7
3.2 Saran…………………………………………………………………………………………..7
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………….8




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
ITSM (Information Technology Service Management, Manajemen Layanan Teknologi Informasi) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.

ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.



1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan ITIL?
2.      Apa yang dimaksud dengan COBIT?
3.      Apa saja perbedaan ITIL dan COBIT?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membantu mahasiswa mengenali framework-framework ITSM terutama ITIL dan COBIT serta mengidentifikasi perbedaan kedua framework tersebut.


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library). ITIL yang dikeluarkan oleh OGC (Office of Government Commerce), adalah seperangkat framework untuk mengelola IT Service Level. Meskipun dalam banyak hal ITIL sangat mirip dengan COBIT, namun perbedaan mendasarnya adalah Cobit menetapkan standar dengan melihat berdasarkan proses dan risiko, dan di sisi lain, ITIL menetapkan standar dari layanan TI dasar.

Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
·         Service Strategy
Strategi Layanan berhubungan dengan analisis strategis, perencanaan, penentuan posisi, dan implementasi yang berkaitan dengan model layanan, strategi, dan tujuan TI. Ini memberikan panduan tentang memanfaatkan kemampuan manajemen layanan untuk secara efektif memberikan nilai kepada pelanggan dan menggambarkan nilai bagi penyedia layanan.

·         Service Design
Berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan seperti server, storage, dan lainnya.
Ruang lingkup Service Design tidak hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinuitas layanan maupun kinerja dari layanan.



·         Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

·         Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup  kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Operartion:
Ø  Event Management
Ø  Incident Management
Ø  Problem Management
Ø  Request Fulfillment
Ø  Access Management

·         Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas.
Penerapan ini merupakan pendahuluan dari Countinual Service Inprovement (CSI) berdasarkan ISO/IEC 20000, yang merupakan:



Ø  Mencari tools yang dibutuhkan untuk mendukung dan memproses dokumen
Ø  Mengidentifikasikan kewajiban dan wewenang dari manajemen
Ø  Mengindetifikasikan proses aktivitas yang membutuhkan pengenalan
Ø  Mengindetifikasikan komparisasi tampilan berdasarkan CSI serta lifecycle yang lainnya
Ø  Mengindetifikasikan pemeriksaan yang dibutuhkan dalam melakukan eksekusi pada tahapan pemeriksaan

Pengertian COBIT
COBIT adalah singkatan dari Control Objective Over Information and Related Technology. Cobit yang dikeluarkan oleh ISACA (Information System Control Standard) yang merupakan organisasi non-profit untuk IT Governance. Fungsi utama COBIT adalah membantu perusahaan dalam memetakan proses TI mereka ke standar praktik terbaik dari ISACA. COBIT biasanya dipilih oleh perusahaan yang melakukan audit sistem informasi, baik yang berkaitan dengan audit keuangan atau audit TI secara umum.
Domain dan Control Objectives dari COBIT antara lain:
·         PO - Plan and Organize – (PO1 - PO10)
Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan menyangkut identifikasi cara TI dapat berkontribusi terbaik untuk pencapaian tujuan bisnis. Realisasi visi strategis perlu direncanakan, dikomunikasikan dan dikelola untuk perspektif yang berbeda. Sistem organisasi yang tepat serta infrastruktur teknologi harus diberlakukan.
·         AI – Acquire and Implement – (AI1 - AI7)
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dikembangkan atau diperoleh, serta diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis.



·         DS – Delivery and Support – (DS1 - DS13)
Domain ini berkaitan dengan pengiriman yang sebenarnya dari layanan yang dibutuhkan, yang meliputi pengiriman layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, dukungan layanan untuk pengguna, dan pengelolaan data dan fasilitas operasional.
·         ME – Monitor and Evaluate – (ME1 - ME4)
Semua proses TI harus secara teratur dinilai dari waktu ke waktu untuk kualitas dan kepatuhan mereka dengan persyaratan kontrol. Domain ini membahas manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.

Perbedaan ITIL dan COBIT
ITIL
COBIT
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) dikeluarkan oleh OGC (Office of Government Commerce) untuk mengelola IT Service Level

Fungsi utamanya untuk memetakan proses IT



Komponennya ada 5 (service strategy, service design, service transition, service operation, continual service improvement)





COBIT (Control Objective Over Information and Related Technology) dikeluarkan oleh ISACA (Information System Control Standard)


Fungsi utama COBIT adalah untuk membantu perusahaan dalam memetakan proses TI mereka ke standar praktik terbaik dari ISACA.

Domain dan control objectives ada 5 (plan and organize, acquire and implementation, delivery and support, monitor and evaluation)




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sebagaimana kita ketahui COBIT (Control Objective of Information and related Technology) merupakan sebuah pedoman bagi pengelolaan IT termasuk input, proses, output, serta process control yang terbagi kedalam 4 obyektif dan 34 area kunci. Masing-masing obyektif tersebut adalah:Planing & Organization (PO),Acquisition & Implementation (AI), Delivery & Support (DS) dan Monitoring.
Sedangkan ITIL merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan IT yang terbagi kedalam proses dan fungsi. Dua area/modul dalam ITIL, yaitu Service Support dan Delivery kemudian menjadi CORE dalam ITIL versi 2, yang kemudian kita kenal dengan IT Service Management.
Apabila dilihat dari posisi kedua pendekatan tersebut, maka dapat kita lihat hubungan secara langsung diantara Delivery & Support (COBIT) dan ITSM. Dimana COBIT mengatur masalah obyektif yang harus dicapai oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan IT, sedangkan ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan IT untuk mencapai obyektif organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa COBIT dan ITIL merupakan dua pendekatan dalam IT Governance dan tata kelola layanan teknologi informasi yang saling melengkapi. Apabila dibedah lebih jauh, relavansi ITIL tidak hanya berhenti di area Delivery& Support, tetapi bisa kita petakan ke area COBIT lainnya.
3.2 Saran
Bagi anda yang sudah menggunakan COBIT sebagai standar kontrol terhadap pengelolaan IT, anda dapat juga mengimplementasikan ITIL dalam upaya meningkatkan tingkat kematangan IT perusahaan anda (Maturity Level). Bagi yang belum mengimplementasikannya dapat mengkombinasikan kedua pendekatan ini karena hubungannya satu dengan yang lain adalah saling melengkapi.


DAFTAR PUSTAKA

Amanda, Sarah. 2016. ITIL & COBIT. http://sarahamanda12.blogspot.com/2016/03/itil-cobit.html (21 Mei 2019)
ITG.ID. 2015. Pengertian ITIL Bagian I. https://itgid.org/pengertian-itil/ (21 Mei 2019)
Mulyana, Dede. 2009. Posisi ITIL & COBIT. https://itilindo.wordpress.com/2009/03/17/posisi-itil-dan-cobit/ (21 Mei 2019)
Wikipedia. 2017. ITSM. https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM (21 Mei 2019)

http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/tugas/indexhttp://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/tugas/index oh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Bukti Audit

  UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKHNOLOGI INFORMASI "TUGAS BUKTI AUDIT" Disusun Oleh :  Nama : Zahrah Nindisya...