Universitas
Gunadarma
Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Manajemen
Layanan Sistem Informasi
Framework ITSM: ITIL dan COBIT
Disusun
Oleh :
Ega Yulia (10117226)
Dwy Stiaji
(11117836)
Fiqri Nurbayhaqi (12117368)
M. Sultan Akbar (13117402)
Sutamy Tri W. (15117810)
Sonya Natasha (15117753)
Zahrah
Nindisya (16117386)
Kelas : 2KA05
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan rahmat-Nyalah peneliti
akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Framework ITSM: ITIL dan
COBIT” ini dengan baik dan tepat waktu. Tidak lupa peneliti menyampaikan rasa
terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Manajemen Layanan Sistem
Informasi, Ibu Agustine Hana Masitoh, yang telah memberikan bimbingan serta
masukan yang bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih
juga hendak peneliti ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan
kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa
selesai pada waktu yang telah ditentukan.
Meskipun
peneliti sudah mengumpulkan banyak referensi untuk menunjang penyusunan makalah
ini, namun peneliti menyadari bahwa di dalam makalah yang telah peneliti susun
ini masih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan. Peneliti mengharapkan saran
serta masukan dari para pembaca demi tersusunnya makalah yang lebih baik lagi.
Akhir kata, peneliti berharap agar makalah ini bisa membantu mahasiswa dalam
mengenali framework-framework ITSM.
DAFTAR
ISI
Cover
Daftar Isi
i
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………...1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………..2
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………2
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………...1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………..2
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………….3
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………….7
3.1 Kesimpulan…………..………………………………………………………………………..7
3.2 Saran…………………………………………………………………………………………..7
3.1 Kesimpulan…………..………………………………………………………………………..7
3.2 Saran…………………………………………………………………………………………..7
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………….8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
ITSM
(Information Technology Service Management, Manajemen Layanan Teknologi
Informasi) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang
secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis
perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi
bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu
organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun
tidak jelas kapan dimulainya.
ITSM
umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang
disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada
pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak
komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem
komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di
perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula
perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan
pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak
terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai
dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI,
walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya
pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa
perangkat lunak.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan ITIL?
2.
Apa yang
dimaksud dengan COBIT?
3.
Apa saja
perbedaan ITIL dan COBIT?
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk membantu mahasiswa mengenali framework-framework ITSM terutama ITIL
dan COBIT serta mengidentifikasi perbedaan kedua framework tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian ITIL
ITIL
(Information Technology Infrastructure Library). ITIL yang dikeluarkan oleh OGC
(Office of Government Commerce), adalah seperangkat framework untuk mengelola
IT Service Level. Meskipun dalam banyak hal ITIL sangat mirip dengan COBIT,
namun perbedaan mendasarnya adalah Cobit menetapkan standar dengan melihat
berdasarkan proses dan risiko, dan di sisi lain, ITIL menetapkan standar dari
layanan TI dasar.
Pada
30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri
dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan
yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
·
Service Strategy
Strategi
Layanan berhubungan dengan analisis strategis, perencanaan, penentuan posisi,
dan implementasi yang berkaitan dengan model layanan, strategi, dan tujuan TI.
Ini memberikan panduan tentang memanfaatkan kemampuan manajemen layanan untuk
secara efektif memberikan nilai kepada pelanggan dan menggambarkan nilai bagi
penyedia layanan.
·
Service Design
Berisi
prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan
strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta
aset-aset layanan seperti server, storage, dan lainnya.
Ruang
lingkup Service Design tidak hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga
proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinuitas layanan
maupun kinerja dari layanan.
·
Service
Transition
Service
Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan
serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun
layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan
lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan
dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya
secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
·
Service
Operation
Service
Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan
TI. Di dalamnya terdapat panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara
efisien dan efektif. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan
operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup
serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses
yang dicakup dalam Service Operartion:
Ø Event Management
Ø Incident Management
Ø Problem Management
Ø Request Fulfillment
Ø Access Management
·
Continual
Service Improvement
Continual
Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta
memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.
CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas.
Penerapan
ini merupakan pendahuluan dari Countinual Service Inprovement (CSI) berdasarkan
ISO/IEC 20000, yang merupakan:
Ø Mencari tools yang dibutuhkan untuk mendukung dan
memproses dokumen
Ø Mengidentifikasikan kewajiban dan wewenang dari
manajemen
Ø Mengindetifikasikan proses aktivitas yang membutuhkan
pengenalan
Ø Mengindetifikasikan komparisasi tampilan berdasarkan
CSI serta lifecycle yang lainnya
Ø Mengindetifikasikan pemeriksaan yang dibutuhkan dalam
melakukan eksekusi pada tahapan pemeriksaan
Pengertian
COBIT
COBIT adalah singkatan dari Control Objective Over
Information and Related Technology. Cobit yang dikeluarkan oleh ISACA
(Information System Control Standard) yang merupakan organisasi non-profit
untuk IT Governance. Fungsi utama COBIT adalah membantu perusahaan dalam
memetakan proses TI mereka ke standar praktik terbaik dari ISACA. COBIT
biasanya dipilih oleh perusahaan yang melakukan audit sistem informasi, baik
yang berkaitan dengan audit keuangan atau audit TI secara umum.
Domain dan Control
Objectives dari COBIT antara lain:
·
PO - Plan and
Organize – (PO1 - PO10)
Domain
ini mencakup strategi dan taktik, dan menyangkut identifikasi cara TI dapat
berkontribusi terbaik untuk pencapaian tujuan bisnis. Realisasi visi strategis
perlu direncanakan, dikomunikasikan dan dikelola untuk perspektif yang berbeda.
Sistem organisasi yang tepat serta infrastruktur teknologi harus diberlakukan.
·
AI – Acquire and
Implement – (AI1 - AI7)
Untuk
mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dikembangkan atau
diperoleh, serta diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis.
·
DS – Delivery
and Support – (DS1 - DS13)
Domain
ini berkaitan dengan pengiriman yang sebenarnya dari layanan yang dibutuhkan,
yang meliputi pengiriman layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, dukungan
layanan untuk pengguna, dan pengelolaan data dan fasilitas operasional.
·
ME – Monitor and
Evaluate – (ME1 - ME4)
Semua
proses TI harus secara teratur dinilai dari waktu ke waktu untuk kualitas dan
kepatuhan mereka dengan persyaratan kontrol. Domain ini membahas manajemen kinerja,
pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.
Perbedaan ITIL dan COBIT
ITIL
|
COBIT
|
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) dikeluarkan oleh
OGC (Office of Government Commerce) untuk mengelola IT Service Level
Fungsi utamanya untuk memetakan proses IT
Komponennya ada 5 (service strategy, service design, service
transition, service operation, continual service improvement)
|
COBIT (Control Objective
Over Information and Related Technology) dikeluarkan oleh ISACA (Information
System Control Standard)
Fungsi utama COBIT adalah
untuk membantu perusahaan dalam memetakan proses TI mereka ke standar praktik
terbaik dari ISACA.
Domain dan control objectives ada 5 (plan and organize, acquire and
implementation, delivery and support, monitor and evaluation)
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sebagaimana kita ketahui COBIT (Control Objective of
Information and related Technology) merupakan sebuah pedoman bagi pengelolaan
IT termasuk input, proses, output, serta process control yang terbagi kedalam 4
obyektif dan 34 area kunci. Masing-masing obyektif tersebut adalah:Planing
& Organization (PO),Acquisition & Implementation (AI), Delivery &
Support (DS) dan Monitoring.
Sedangkan ITIL merupakan sebuah kerangka pengelolaan
layanan IT yang terbagi kedalam proses dan fungsi. Dua area/modul dalam ITIL,
yaitu Service Support dan Delivery kemudian menjadi CORE dalam ITIL versi 2,
yang kemudian kita kenal dengan IT Service Management.
Apabila dilihat dari posisi kedua pendekatan tersebut,
maka dapat kita lihat hubungan secara langsung diantara Delivery & Support
(COBIT) dan ITSM. Dimana COBIT mengatur masalah obyektif yang harus dicapai
oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan IT, sedangkan ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan IT
untuk mencapai obyektif organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa COBIT dan
ITIL merupakan dua pendekatan dalam IT Governance dan tata kelola layanan
teknologi informasi yang saling melengkapi. Apabila dibedah lebih jauh,
relavansi ITIL tidak hanya berhenti di area Delivery& Support, tetapi bisa
kita petakan ke area COBIT lainnya.
3.2 Saran
Bagi anda yang sudah menggunakan COBIT sebagai standar
kontrol terhadap pengelolaan IT, anda dapat juga mengimplementasikan ITIL dalam
upaya meningkatkan tingkat kematangan IT perusahaan anda (Maturity Level). Bagi
yang belum mengimplementasikannya dapat mengkombinasikan kedua pendekatan ini
karena hubungannya satu dengan yang lain adalah saling melengkapi.
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, Sarah. 2016. ITIL & COBIT. http://sarahamanda12.blogspot.com/2016/03/itil-cobit.html (21 Mei 2019)
Mulyana,
Dede. 2009. Posisi ITIL & COBIT. https://itilindo.wordpress.com/2009/03/17/posisi-itil-dan-cobit/ (21 Mei 2019)
http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/tugas/indexhttp://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/tugas/index oh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar